04 September 2015

Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru Unjani 2015

(Cimahi),  Penyelenggaraan program pengenalan kampus (Peka) bagi mahasiswa baru Unjani tahun akademik 2015/2016, dibuka secara resmi oleh Rektor Unjani Prof. Dr. Bambang Sutjiatmo Rabu pagi (03/9), dihalaman gedung rektorat kampus Unjani Cimahi yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan dentuman. Sekitar 2400 mahasiswa baru kelas regular pagi mengikuti acara tersebut dengan hikmah dan suka cita. Hal tersebut sesuai dengan amanat Rektor saat menyampaikan pidato pembukaan, antara lain dikatakannya bahwa, semua proses dalam rangka pengenalan kampus harus dilaksanakan dalam suasana “gembira” dan memberikan informasi tentang Unjani dengan baik dan benar. Selain itu, Rektor juga menjelaskan bahwaperguruan tinggi bukanlah ”pabrik” (anggapan sebagian orang) yang memandang mahasiswa sebagai bahan baku yang diolah dalam proses yang dilakukan oleh ”mesin-mesin” yang bernama dosen yang bekerja menurut program produksi yang bernama kurikulum.Output-nya adalah lulusan dengan ukuran kualitas IPK. Cara pandang seperti itu mengakibatkan suasana belajar yang sangat mekanistik, formal, dingin, kaku, birokratik, output oriented  dan kurang manusiawi. Cara pandang tersebut harus ditinggalkan, tandas Rektor. Sebagai institusi pendidikan, Unjani mengembangkan konsep ”komunitas belajar” yang memudahkan dan mendorong para warganya yaitu, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, wajib melaksanakan empat kecakapan, yaitu kecakapan memimpin dirinya sendiri, kecakapan tumbuh berkembang bersama orang lain, kecakapan menanggapi perubahan dan kecakapan menciptakan manfaat dan nilai.  Dalam konsep komunitas ini, mahasiswa bukanlah bahan baku, namun sebagai anggota komunitas yang memiliki peran dan tanggung-jawab. Para pemimpin Unjani, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa adalah anggota komunitas dengan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Dalam komunitas belajar, semua anggota komunitas terus menerus belajar, tidak hanya mahasiswa yang belajar. Dalam sebuah komunitas,  cita-cita bersama, rasa saling percaya, saling menghormati, kesediaan untuk berbagi menjadi penting. Dalam sebuah komunitas terjadi banyak interaksi antar sesama anggota secara informal dan  tulus. Dalam komunitas yang sehat, para anggotanya bahu-membahu untuk tumbuh dan berkembang bersama. Dalam suasana komunitas, seorang mahasiswa sebagai anggota komunitas terdorong untuk bertanya atau memikirkan tentang ‘jati diri’-nya atau dengan kata lain mencoba merumuskan siapa dia di tengah-tengah anggota komunitas lainnya, ungkap Rektor. Sementara itu, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, Ir. H Toto Saputra, MM., PhD, selaku penanggung jawab Peka 2015 saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, pada Peka kali ini sudah tidak ada lagi praktek perpeloncoan, dan perlakuan kekerasan. Penyelenggaraannya berpedoman kepada surat edaran Kemristekdikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan No. 01/DJ-Belmawa/SE/VII/2015 tanggal 22 Juli 2015, tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru. Pada acara pembukaan tersebut mahasiswa dihantarkan dengan iringan marchingband dari Pusdik Bekang TNI AD, untuk melaksakan devile mengelilingi kampus. Sedangkan pelaksana upacara oleh anggota Resimen Mahasiswa Mahawarman Kompi BS Unjani.  Turut hadir dalam acara pembukaan Peka 2015 adalah semua unsur pimpinan Unjani, Ketua BPH YKEP-Unjani, sivitas akademika Unjani, dan panitia Peka 2015.  Program pengenalan kampus berlangsung selama 4 (empat) hari (2-5/9), dengan agenda 2 hari Peka tingkat Universitas, 1 hari Peka tingkat Fakultas, dan 1 hari Peka tingkat Program Studi. **

Comments


Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

15 Oktober 2015

1279 Lulusan Unjani Di Wisuda

10 Oktober 2015

Lowongan PLN 2015

09 Oktober 2015

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 28 UHO 2015

02 Oktober 2015

Unjani Tambah 3 Prodi Lingkup Sertifikasi ISO 9001 : 2008

22 September 2015

BNN Kota Cimahi Ajak Mahasiswa Dialog Inter-aktif